Sehat Itu Organik

Semua orang menginginkan hidup sehat agar memiliki banyak waktu untuk bercengkrama dan beraktivitas bersama keluarga, tetangga, dan alam sekitar. Banyak orang yang berkata bahwa sehat itu mahal?? Hmmm mungkin orang-orang itu pikirannya terkungkung oleh budaya modern yang menyatakan segala hal dibeli oleh uang. ‘Say no to money to get healthy’. Padahal Allah menciptakan bumi dan seisinya untuk dimanfaatkan manusia, Allah ga bilang kalau kita harus bayar tetapi kita harus menggunakannya dengan bijak, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Saad ayat 27 yang artinya ‘Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah, yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka’. Hikmah yang dimaksud disini adalah keberkahan, kesejahteraan, kebahagian, keadilan, dan lain sebagainya yang dapat dirasakan oleh manusia yang memanfaatkan alam dengan baik dengan izin dan Ridho-Nya sehingga banyak manfaat yang dapat dirasakan. Dalam hal ini berarti sehat adalah kembali ke alam, orang pertanian biasa menyebutnya dengan kata organik.

Yes, organic is back to nature. Organik bukan hanya sekedar untuk mendapatkan makanan sehat, organik lebih kepada filosofi. Allah menitipkan tubuh, lingku­ngan, alam sekitar untuk dijaga dengan baik. Hidup dengan cara organik merupakan usaha untuk memenuhi amanah tersebut. Dengan niat seperti ini, hidup dengan cara organik menjadi bagian dari tujuan hidup kita yaitu ibadah (51:56).
Pertayaan yang muncul adalah ‘kenapa harus organik?’. Jawabannya sederhana, sebab sehat itu organik. Mengapa???

Atas izin Allah, makan makanan organik dapat membuat sehat fisik sebab tidak ada residu atau zat kimia sintesis di dalam makanan kita. Dengan sehat fisik, kita dapat bersilaturahim kepada saudara-saudara kita sebagaimana firman Allah dalam Q.S. An-Nisa ayat 1 ‘…dan (periharalah) hubungan silaturahim…’ sehingga menimbulkan sehat sosial. Silaturahim bermanfaatkan untuk memperkukuh hubungan persaudaraan, menambah kenalan dan relasi. Oleh karenanya, silaturahim menjadi peluang untuk bekerja dan mencari nafkah. Hadist riwayat Bukhori menjelaskan ‘Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw bersabda : ‘Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya (kebaikannya) maka bersilaturahmilah’. Jelas, silaturahim dapat menimbulkan sehat finansial. Rizki yang kita punya dapat diinfakkan dan disedekahkan sesuai dengan kemampuan kita. Semakin banyak Allah memberi rizki pada kita maka semakin banyak pula yang dapat diinfakkan dan disedekahkan maka inshaallah pahala disisi Allah juga semakin besar.

Begitu banyak manfaatnya bukan? Ya, asalkan niatnya hanya karena Allah dan hanya untuk beribadah kepada Allah. Namun selain sehat fisik, sehat sosial, dan sehat finansial, organik juga membuat sehat ekologi. Allah berfirman dalam Q.S. Al-Qassas ayat 77 yang artinya ‘Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan’.

Bertani dengan cara organik tidak akan membuat alam rusak sebab tidak menggunakan pupuk kimia sintesis dan pestisida kimia hanya memanfaatkan siklus alam berupa pupuk hayati yang berasal dari kotoran hewan dan serasah tumbuhan. Alam dibiarkan tumbuh bebas tanpa campur tangan manusia. Kita hanya perlu merawatnya bukan memberinya racun-racun yang dapat mengakhiri hidup alam. Akibatnya degradasi lahan dapat berkurang, siklus biologi di dalam tanah berjalan, organisme pengurai dapat bertahan, habitat alami tidak terganggu, stabilitas alam tetap terjaga, area resapan air tersedia sehingga bencana-bencana seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, kekeringan dapat diatasi. Hal kecil yaitu organik namun dampaknya besar jika sudah menjadi kebiasaan. Alam senang, kita juga senang. Namun semua hal pasti ada ujiannya. Ujian organik adalah ujian kesabaran sebab kita tahu bahwa semua hal akan indah pada waktunya.

Oleh: Sofya Restu Seftyani
Penulis adalah mahasiswa Program Studi Rekayasa Pertanian ITB

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.