Kontribusi Muslim dalam Pengembangan Teknologi GPU (Graphical Processing Unit)

Islam telah melahirkan ratusan bahkan ribuan ilmuwan, peneliti, dan penemu hebat yang telah diakui oleh dunia sejak jaman Rasulullah hingga jaman kekhilafahan. Bahkan teori dan teknologi yang telah diciptakan oleh ilmuwan muslim tersebut sampai saat ini selalu digunakan dan menjadi teori fundamental dalam setiap bidang keilmuwan. Namun sayang, pada abad-abad setelah revolusi industri, perkembangan sains dan teknologi telah terlepas dari genggaman kaum muslim, hingga hampir sama sekali tidak terdengar bahwa masih adanya penemuan-penemuan yang diciptakan oleh muslim. Tapi apakah benar kontribusi kaum muslim dalam perkembangan teknologi saat ini tidak dilirik sama sekali oleh masyarakat dunia?

Tentu tidak! Ternyata masih ada ilmuwan muslim yang penemuannya telah menggetarkan dunia, sebut saja, Prof. Abdus Salam, seorang fisikawan dari Pakistan yang telah mendapatkan Nobel Prize pada tahun 1979. Dan yang harus kita ketahui juga bahwa di abad 21 ini ada seorang technopreneur muslim yang memiliki andil yang besar dalampengembangan teknologi saat ini, yaitu Hossein Yassaie, dengan bidang keahliannya adalah Graphical and ImageProcessing.

Penggemar game PC, desainer, dan animator akan sangat tahu betapa pentingnya performa Graphical Processing Unit (GPU) dalam komputer bagi pekerjaan mereka sehari-hari. Dengan terus berkembangnya teknologi ini lahirlah film-film hebat seperti Toy Story, Harry Potter, Transformer, dan lainnya, serta lahir pula game-game canggih seperti GTA, FIFA, Overwacth, dan lain-lain. Lebih fundamental lagi bahwa perkembangan teknologi ini lah yang telah memungkinkan terciptanya tampilan pada monitor komputer, dan juga pada layar handphone.

Ratusan bahkan ribuan perusahaan telah berdiri demi mengembangkan teknologi GPU ini. Dan salah satu perusahaan terbesar yang berpartisipasi dalam pengembangan teknologi ini adalah Imagination Technologies. Di perusahaan inilah Hossein Yassaie mengembangkan karirnya hingga memangku jabatan CEO selama 18 tahun sejak 1998.

Sir Hossein Yassaie. sumber: www.stuff.tv

Hossein Yassaie adalah seorang muslim kelahiran Iran, yang pergi merantau ke Inggris pada tahun 1976. Beliau menempuh pendidikan B.Sc hingga Ph.D pada bidang elektronika dan komunikasi di University of Birmingham. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan postdoctoral di universitas yang sama selama beberapa tahun. Lalu, sempat bekerja di STMicroelectronics dan Inmos selama 8 tahun. Hingga di tahun 1992, beliau bergabung dengan Imagination Technologies.

Selama menjabat sebagai CEO, Hossein Yassaietelah mendorong Imagination Technologies untuk membuat inovasi-inovasi yang sangat diperhitungkan oleh masyarakat industri elektronika. Salah satu produk yang menjadi unggulan adalah PowerVR chipset. Banyak sekali model dan seri dari chipset ini yang telah diproduksi, dan juga beberapa model dari chipset ini telah digunakan oleh perusahaan elektro­nik besar seperti Intel, Apple, LG, Samsung, MediaTek, NEC, dan lain-lain. Dalam chip A4 pada iPhone 4 hingga chip A9 pada iPhone 6S plus terdapat PowerVR chipset didalamnya sebagai pengolah grafis. Serta dalam chip Exynos 5410 yang terdapat pada Samsung Galaxy S4 digunakan pula PowerVR chipset sebagai pengolah grafis.

Kantor pusat Imagination Technologies. sumber: www.electronicsweekly.com

Berkat jasanya yang sangat tinggi dalam perkembangan teknologi dan juga perkembangan bisnis dalam bidang teknologi, Hossein Yassaie memperoleh gelar Knight Bachelor oleh Kerajaan Inggris pada tahun 2013. Dan juga memperoleh gelar Fellow of Royal Academy and Engineering (FREng) pada tahun 2016 setelah beliau memutuskan untuk mengundurkan diri dari Imagination Technologies.

Saat ini masih banyak ilmuwan, entrepreneur, dan technopreneur muslim yang sudah diakui kontribusinya dalam perkembangan sains dan teknologi oleh masyarakat dunia. Hossein Yassaie ha­nyalah salah satu contohnya. Jika kita menyelidiki lebih dalam lagi, maka dapat dipastikan bahwa umat muslim masih memiliki andil besar dalam perkembangan sains dan teknologi ini. Karena mengembangkan sains dan teknologi adalah salah satu tugas muslim sebagai kholifah di muka bumi ini, maka semakin dalam pengetahuan seorang muslim terhadap islam, akan semakin tinggi pula keinginannya untuk ikut mengembangkan sains dan teknologi.

Oleh : Panji Ramadhan

Penulis adalah alumni Program Sarjana T. Elektro ITB yang sekarang bekerja sebagai tenaga profesional di salah satu perusahaan elektronik di Nagoya, Jepang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.