Konsep Pembangunan Berkelanjutan dalam Islam

Pembangunan tidak hanya menyangkut fisik namun hal-hal yg non fisik seperti landasan merupakan hal yang paling penting yang akan menjadi ruh dalam setiap program pembangunan. Jika landasan tidak kuat, tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas, maka program pembangunan akan sangat mudah dipengaruhi program-progrm luar yang memiliki sarana dan prasarana yang sangat memadai untuk mengendalikan arah dan tujuan. Sehingga wajar saja jika pada akhirnya dikarenakan landasan yang tidak jelas tadi, program pembangunan akan jauh melenceng dari tujuannya.

Akhir-akhir ini masyarakat dunia di berbagai konferensi-konferensi internasional sibuk membahas tentang pembangunan yang berkelanjutan (sustainable cities). Hal ini dikarenakan bumi dimana mereka tinggal sudah terasa sesak dengan adanya berbagai bencana yang melanda, perubahan iklim global, angka kemiskinan yang semakin tinggi, serta tingkat polusi yang semakin meningkat. Dari berbagai efek inilah muncul suatu konsep bahwa agar bumi ini nyaman untuk kita tinggali bersama bahkan dapat dinikmati oleh anak cucu generasi penerus yang akan datang maka perlunya prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pembangunan di setiap negara agar tercipta hidup manusia yang berkualitas. Salah satu alat dalam mengukur keberlanjutan ini adalah daya tahan (resilience). Seberapa jauh suatu negara dapat beradaptasi terhadap perubahan-perubahan di luar sehingga pengaruh dari luar tidak berdampak negatif terhadap kondisi dalam negri.
Bagaimana dengan pembangunan menurut Islam?

Bencana Banjir di Bandung Selatan, sumber : tempo.co.id

Pembangunan dalam islam tidak me­ngungkap kata yang spesifik seperti kata Berkelanjutan. Fokus dari pembangunan dalam Islam adalah “manusia” yang memiliki fungsi dan peran sebagai khalifah di muka bumi, yang ditujukan untuk mencapai ke­selamatan dan kebahagiaan di muka bumi dan akhirat. Prinsip Keberlanjutan dalam islam tidak cukup hanya di bumi.. namun sampai akhirat. Tujuan utama pembangunan dalam Islam adalah meraih ridho Allah semata. Hal ini mengakibatkan apa yang menjadi program-program pembangunan di bumi akan menjadi bekal di akhirat kelak.. sebagai perlombaan untuk menegakkan amal ma’ruf nahi munkar.

Mamat (10) mencuci muka untuk mengusir panas dari botol bekal air minumnya saat bermain di sekitar kolam salah satu sumber air untuk warga Kampung Campaka, Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang mengering, Rabu (29/7). Sejak sebulan terakhir, debit air kolam tersebut terus menyusut hingga pada akhirnya kering saat musim kemarau ini. Mengeringnya kolam dan menyusutnya debit air sejumlah sumber air bersih dirasakan menyulitkan warga . sumber: http://regional.kompas.com

Penegakan konsep keberlanjutan dalam Islam bersumber utama dari AL-QURAN dan Hadist. Keilmuan yang ada pada diri manusia hanya sebuah alat untuk lebih memahami perkataan ilahi.. karena pada dasarnya ilmu itu “diberikan” bukan kemampuan diri pribadi. Jika ilmu sudah diberikan maka ada kewajiban yaitu menyebarkan sehingga mendatangkan manfaat sebesar-besarnya. Jika membahas daya tahan (resilience) justru umat muslim memiliki daya tahan yang tinggi, tidak memiliki ketergantungan terhadap teknologi fisik maupun makhluk… karena semua yang terjadi merupakan kehendak dari Ilahi.

Permukiman kumuh di Pinggiran Sungai Sumber Penyebaran Penyakit Menular. sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan

Oleh:
Astri Aulia Safrianty

Penulis adalah alumni Program Magister Studi Pembangunan ITB yang sekarang berprofesi sebagai staf ahli di salah satu konsultan pemetaan di Bandung.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.