Bahasa dan Penguasaan Teknologi

Kosakata Teknologi
Seberapa jauh korelasi bahasa suatu bangsa dengan tingkat penguasaan teknologinya? Sebuah pertanyaan menarik. Bila kita tengok sejarah, peradaban dunia berkaitan erat dengan penguasaan teknologi. Penjelajahan samudera oleh bangsa Eropa dimulai bersamaan dengan kemajuan penguasaan teknologi pelayaran dan keinginan membuktikan ilmu pengetahuan (selain motif penguasaan sumber daya dan penyebaran agama). Galeon-galeon bangsa Spanyol didesain berat sehingga stabil di samudera dan mampu membawa perbekalan yang cukup untuk mengelilingi bola bumi. Berdasarkan perjanjian Tordesillas tahun 1494, dunia penjelahan dibagi menjadi dua untuk Spanyol dan Portugis. Dampaknya dapat kita rasakan hingga saat ini. Negara-negara Amerika latin masih banyak menggunakan bahasa Portugis dan Spanyol meskipun terpisah ribuan kilometer dari asal bahasa tersebut.

Hal yang menarik untuk dicermati adalah bagaimana bangsa Eropa menyerap teknologi dari tempat-tempat yang didatanginya. Cina jauh sebelumnya di abad ke-13 telah menguasai teknologi kembang api. Tujuan utamanya adalah untuk perayaan dan sinyal suara, kemudian berkembang untuk mesiu meriam. Namun, teknologi senjata api modern dikembangkan oleh bangsa barat. Bahkan Cina yang mengenal terlebih dahulu pun menjadi pengimpor teknologi tersebut. Di sini bisa kita lihat bahwa budaya berpengaruh pada jenis teknologi yang dikembangkan. Bangsa Barat yang senang berpetualang sering berhadapan dengan bahaya, sehingga mereka lebih fokus mengembangkan senjata. Kembali ketika kita lihat sejarah, perang-perang besar terjadi di negara Barat atau dengan dukungan peralatan dari mereka.

Beralih ke zaman milenium baru, dunia menuju abad teknologi informasi. Bahasa, sebagai hasil tertinggi dari budaya suatu bangsa, menunjukkan bangsa yang ada di barisan terdepan teknologi tersebut. Istilah-istilah teknologi informasi seperti download, upload dan internet banyak berasal dari bahasa Inggris. Hal ini menunjukkan dominasi bangsa yang menggunakan bahasa Inggris. Hal berbeda bila kita lihat istilah-istilah matematika dan ilmu kedokteran di abad pertengahan yang banyak berasal dari Bahasa Arab. Saat itu, kekhalifahan Islam sedang mendominasi dunia.

Bahasa dan karakter
Nusantara, dengan berbagai etnik dan suku bangsa, menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar (lingua franca). Bila digabungkan dengan bahasa Melayu sebagai induknya, wilayah penggunaannya melingkupi Indonesia dan Malaysia, dengan lebih dari 250 juta orang pengguna. Bahkan beberapa etnik di bagian selatan Thailand mengerti bahasa melayu. Bahasa Melayu telah digunakan sebagai bahasa perdagangan dan ilmu pengetahuan sejak abad ke-7.

Pertumbuhan bahasa Melayu berperan penting ketika zaman kerajaan-kerajaan Islam nusantara. Huruf arab dimodifikasi untuk dapat mengakomodasi pelafalan dalam bahasa Melayu dan sering disebut sebagai aksara Arab Melayu. Di negeri jiran, aksara tersebut juga dikenal sebagai aksara Jawi. Buku-buku pengetahuan ditulis dengan menggunakan aksara tersebut dan digunakan hampir di seluruh pelosok nusantara.

Kita lihat bahwa bangsa-bangsa dengan peradaban maju mengembangkan bahasa yang dapat menunjang pengembangan teknologi mereka. Mereka juga mampu mempertahankan budaya dan bahasa sebagai jatidiri. Jepang melakukan penerjemahan berbagai buku ilmu pengetahuan ke bahasa Jepang sehingga dapat dimengerti secara luas oleh masyarakatnya. Dengan perangkat teknologi modern, mereka masih mempertahankan nilai-nilai budayanya sehingga kita masih bisa membedakan bangsa Jepang dari bangsa-bangsa lain. Bila kita lihat film-film Jepang, bahasa yang digunakan banyak memberikan ins­pirasi dan semangat. Hal yang sama yang mendorong mereka maju. China, Korea, Eropa, mereka mampu unggul dengan membawa jatidiri masing-masing, tercermin dari bahasa yang digunakannya.

Hikmah yang bisa diambil adalah bahasa mencerminkan karakter suatu bangsa. Yang perlu diingat adalah masa keunggulan suatu bangsa akan dipergilirkan oleh Allah. Tidak ada yang selamanya unggul dan selamanya lemah. Karakterlah yang akan menentukan kepada siapa Allah akan memberikan keunggulan tersebut.

Oleh:
Pramujo Widiatmoko

Penulis adalah alumni Program Doktor dari Tokyo Institute of Agriculture and Techno­logy yang sekarang berprofesi sebagai Dosen Teknik Kimia ITB

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.